Kategori
Tak Berkategori

Berteman dengan Doa

Bismillahirrahmanirrahim…

Ingin berbagi kisah tentang doa,
Berawal dari suami yang tiba-tiba cerita kalau sedang mengajukan resign ke kantornya, ya saya bilang tiba-tiba karena ternyata surat resign tersebut telah diajukan 2 bulan sebelum beliau bercerita di detik itu. Campur aduk? Tentu! Bukan karena saya tidak percaya bahwa rejeki ada yang mengatur, bukan pula karena takut jatuh miskin, sungguh bukan itu…

Sebagai istri sekali lagi saya merasa tidak dianggap, tidak dijadikan bagian dari solusi, tidak dijadikan teman berbagi, tidak dijadikan tempat berkeluh kesah

Marah, iya saya marah bukan karena suami resign, lebih karena komunikasi kami sebegitunya tidak lancar selama 4 tahun perjalanan usia pernikahan kami. Sedih kecewa patah hati dan teman-temannya menggelayuti hati, astaghfirullahaladzim

Saya merasa sangat tidak berdaya, yang Maha Pembolak Balik Hati, yang Maha Menggerakkan Hati sedang menguji dititik kelemahan kami, komunikasi!

Saya diam, makhluk seperti apakah yang sedang saya hadapi? Apakah sosok suami? Apakah sosok ketakutan? Apakah sosok harapan? Atau was was dari makhluk yang bernama jin terus menghembuskan?

Senjata saya hanya satu, doa! Segala macam doa saya ucap, istighfar tak terlewat, saya memcoba mencari info kesana kemari tentang pekerjaan, meskipun saya tahu jawaban ‘tidak boleh bekerja’ pasti akan terlontar. Tapi saya tidak ingin berdiam diri selain doa mengiringi

1 bulan berlalu beberapa perusahaan mulai memanggil suami untuk tes dan interview. Alhamdulillah singkat cerita suami sudah diterima bekerja.

Roda itu terus berputar, kita tak tahu di episode mana kita akan menapak dengan bahagia, susah, sedih, sakit, sehat. Maka berteman dengan doa adalah sebaik-baik senjata yang kita miliki sebagai orang beriman. Kita tak tahu doa yang mana yang akan didengar Allah. Jadikan sabar dan syukur sebagai sandaran mengharap ridha Allah swt

avatar aishanafikhadifya

Oleh aishanafikhadifya

Ibu Pembelajar | Komunitas Blogger Bengkel Diri

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai