Mau cerita sedikit banyak tentang Bengkel Diri (BD), karena ada beberapa temen yang suka DM di Instagram tanya tentang Bengkel Diri apalagi kalau habis upload tugas hhe. Bengkel Diri itu semacam kuliah online, yang dirilis oleh Ummu Balqis. Pertama kali tahu tentang Bengkel Diri ini ya dari akun IG Ummu Balqis ini. Berawal dari gabutny saya dikala itu antara stress dan jangkepnya diri, saya follow lah akun Ummu karena memang konten-kontennya yang positif, ditambah ada parenting juga dan ada konten penjagaan kewarasan mamak. Lalu dari situ ummu mulai promo kalau buka kulwap Bengkel Diri dan seterusnya. Dibilang promo yang kayak jualan ngga juga, kalau menurutku magnet dari aku ikutnya Bengkel Diri terletak pada figur Ummu Balqis yang masyaAllah banget kayak sosok ibu yang dititipkan Allah di dunia maya, tsaah eh tapi bener lho ngga mengada-ada ini murni penilaian saya pribadi.
Lanjut ikut level 1-nya Bengkel Diri. Pertama kali gabung ke grup bingung, ini kok grup digembok, hanya admin yan bisa mengirim pesan. Ini ntar caranya tanya jawab gimana deh? Tak lama kemudian di invite juga ke grup “CAFE”. Jadi selama mengikuti perkuliahan nanti siswi-siswinya (iya hanya muslimah only, karena memang sementara BD dibuka hanya utuk perempuan) diinvite ke dalam dua grup. Satu untuk kuliah satu lagi untuk chit chat bebas. Lagi-lagi di buat amazing, selama kuliah berlangsung tertiiib banget, jadi ngga bakal ada yang saling tumpuk chatnya. Kalau misal ada pertanyaan yang ingin diajukan di setor ke moderator dulu, lalu sama moderator pertanyaan di share di grup perkuliahan dengan merahasiakan identitas diri. Jadi enak gitu runtut, penyampaian kuliah jelas dan urut. Nah kalau ada uneg-uneg dari peserta bisa disampaikan ke grup CAFE yang bisa share apa aja, mulai share masalah, share tugas, tanya apa aja kalau misal ada yang bisa bantu dan jawab pasti di jawab sama temen-temen lain juga. Pastinya ada peraturan yang berlaku no SARA, no Ghibah, dan no no perlakuan yang ngga muslimah banget lainnya. Sampai sini masih pada bingung ama kulliahnya?
Di paragraf ini saya coba perinci tentang sistem kuliah di Bengkel Diri. Untuk perkuliahannya sendiri berjalannya selama 2 jam, satu jam pertama penyampaian materi melalui gambar dan voice note (VN) dan satu jam kedua untuk tanya jawab. Jeda antara materi tanya jawab terdapat jeda istirahat selama 10 menit. Jeda 10 menit itu digunakan para mahasiswi setor pertanyaan ke moderator secara personal, setelah itu moderator share di grup perkuliahan tanpa menyebutkan identitas mahasiswi, sehingga kita tidak perlu malu untuk menanyakan sesuatu. Setelah perkuliahan selesai, pengampu atau pemateri akan memberikan tugas. Eist jangan serem dulu denger kata tugas, tugasnya sendiri sangat aplikatif di kehidupan sehari-hari, sehingga sifat tugasnya tidak menyulitkan.
Oh ya setiap harinya kita diberikan terget setor amalan yaumiyah. Apa itu? Amalah harian mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Sehari kita udah baca al Quran berapa ayat, berapa halaman dst, semalem shalat qiyamul layl ngga, shalat duha ngga, shalatnya 5 waktu sudah lengkap apa masing bolong-bolong. Shalat rawatibnya gimana? Naahh gimana? Keliatan berat banget ya? Sebenarnya perkuliahan ini ingin melihat habit kita, misalkan shalat 5 waktu masih bolong-bolong nggapapa kok, asalkan jujur sama diri sendiri, di BD ngga bakal ada yang tahu lho kalau kita mau bohong, hanya antara kita sama Allah aja kalau masalah setor amalan sehari-hari. Karena moderator, bahkan kepala sekolahnya Ummu Balqis ngga akan ngerti kita mau memberikan amalan yang palsu. BD mendidik kita muroqobatullah, kita dididik jujur atas kamera cctv dari Allah langsung. Pertanggung jawabannya antara kita ke Allah langsung. Amalan yaumiyah ini bukan target kita harus qiyamul latl tiap hari, harus baca 1 juz tiap hari, harus duha tiap hari. Ini semua benar-benar dikembalikan ke kita sebagai hamba Allah mau model ibadah kita kayak gimana ya setor aja apa adanya, ngga perlu dimanipulasi juga, pihak BD juga tidak akan mengekspos siapa-siapa yang masing bolong shalatnya, yang masih belum bisa baca Al-Qur’an.
Kenapa ngga di ekspos, karena latar belakang mahasiswi BD macem-macem ada yang sudah paham agama, ada yang baru aja hijrah, ada yang baru aja muallaf, dsb. Bener-bener beragam. Nah di grup CAFE nanti kita bisa saling bantu, saling sharing tentang agama. Alhamdulillah ngga ada judge selama perkuliahan berlangsung misal, eh elu kan dari muhammadiyah, kalau NU tuh gini cara ngajinya, eh paling bener khilafah tau, atau salafii paling kalem dan luru nih. Sama sekali di BD ngga memandang seperti itu, kita semua sama sahabat sesurga InsyaAllah karena kita sama-sama menyembah Allah, ngga ada blok-blok di BD.
Lalu apakah aku kapok ikut BD level 1? Alhamdulillah bulan Februari di tahun ini adalah terakhir perkuliahan di level 2, dan ketagihan ikut level selanjutnya? BD semacam teman menurutku untuk mengupgrade diri tiap harinya, menamparku tiap tingkatnya untuk sadar jangan futur terlalu lama. Karena peranbaru says sebagai ibu dan juga istri sangatlah banyak tantangan dan godaannya, jika aku dalam keadaan futur berkepanjangan, entahlah peradaban macam apa yang akan kulihat di masa mendatang? lah kok jadinya ngga nyambung sih ya? hehehe maap penulis lagi mellow
Untuk tambahan embel-embel tentang Bengkel Diri yang belum terjawab dalam artikel ini boleh banget ditanya di komen, insyaAllah akan dijawab langsung di komen atau akan menjadi tambahan cerita dalam artikel ini.