Makna Ibu Profesional kebanggan keluarga adalah ibu yang bisa menempatkan diri dan sesuai dengan porsinya dimana ia sedang melayani ‘customer’nya dan menempatkan diri untuk mengambil ‘me time’ untuk menjaga kewarasan dengan rutinitas dirumah aja ataupun itu-itu saja, agar tak muncul jenuh dan meledak-ledak menghadapi customer. Jika ia menjadi seorang ibu maka pembawaan sesuai dengan apa yang anak butuhkan saatitu misal bermain, menstimulus tumbuh kembang anak, memberikan teladan life skil, dll. Jika berhadapan dengan suami maka mesyesuaikan dengan apa yang sedang dibutuhkan suami, misal butuh istirahat agar tidak diganggu anak-anak, butuh menyendiri, butuh me time, dll.
Makna ibu Profesional yang saya ciptakan sendiri di atas, menjadi planning sekaligus menjadi cermin goal diri ingin menjadi seperti apakah saya ketika akan memasuki kelas Bunda Sayang, selain memang masih terus berproses dan menjadi doa tersendiri semoga menjadi pengingat keistiqomahan dan pecutan bagi saya ketika sedang malas dan atau futur.
Goal individu diibaratkan berjuang menjadi mutiara yang indah. Butiran pasir yang diasah menjadi indah, baik dari segi pikiran (lebih open mind, semangat untuk terus memperbaiki diri dari segi belajar, terutama untuk parenting membersamai anak), dari segi hati (menjadi sosok yang mengedepankan positif thinking, pemaaf), dari segi sifat (menjadi pribadi yang lebih bijak dan sabar). Tempaan demi tempaan berbuah harapan besar menjadi sosok mutiara. Ibarat tersebut saya paparkan dibawah ini.
Untuk individu saya pribadi mengibaratkan saya adalah butiran debu, butiran pasir jika saya tidak ditempa, tidak bertemu pengalaman hidup, tidak bertemu orang-orang hebat yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan, tidak mau belajar, dan tidak berTuhan. Ketika saya ditempa oleh kehidupan dan makna dari segala sesuatu yang telah saya lalui maka saya telah dan sedang akan menjadi sesuatu, yaitu mutiara. Ketika saya sudah menjadi sesuatu yang bisa disebut mutiara, saya berfikir mutiara hanyalah sesuatu yang cantik, indah, sekedar pemanis, sebagai aksesoris, sebagai hiasan yang dipajang atau jika dipakai akan terlihat lebih menarik. Saya memutuskan untuk menjadi lebih dari itu.
Saya menyebutnya sebagai kerang mutiara. Dimana keberadaan saya menjadi ibu kebanggaan keluarga saya. Saya ingin menjadi wadah terbentuknya mutiara-mutiara berkualitas untuk bisa bermanfaat ketika bertemu di luar sana. Dilihat dari keberadaan sebagai istri saya dapat membantu meringankan pekerjaan suami di rumah. Tak jarang mendengar dibalik suami yang sukses ada istri yang hebat. Saya ingin menjadi bagian dari ibu yang hebat itu. Sebagai kerang, saya ingin bisa terus membersamai mutiara suami hingga ia sukses di dunia maupun di akhirat. Dilihat dari keberadaan sebagai ibu, saya ingin bisa mengantar anak-anak mampu melewati rintangan di dunia dan akhirat kelak.
Permainan kali ini adalah membuat istana pasir. Istana pasir ibarat keluarga kita bagaiman akan dibentuk. Awal sekali ketika ingin membuat suatu bangunan maka kita perlu membuat fondasi yang kokoh. Maka fondasi ini saya ibaratkan ridho suami. Saya meminta ijin untuk mengikuti bunsay agar ilmu apa yang saya dapat nanti dapat saya terapkan dikeluarga tentunya dengan disesuaikan kondisi keluarga saya. Ketiksa fondasi sudah kuat, saya dan suami sudah sama-sama satu frekuensi maka selanjutnya fondasi dari anak-anak. Fondasi mereka adalah rasa bahagia selama bermain dan belajar bersama saya ibunya. Bagaimana saya dan suami membuat suasana senayaman dan fasilitas yang nyaman selama membangun istana pasir nanti. Fasilitas tak harus mewah, karena anak-anak tak akan pernah protes selama ayah dan ibunya membersama dengan sepenuh jiwa raga. Jika fondasi-fondasi itu sudah stabil, maka ketika mendapatkan terjangan ombak sehingga ada bangunan istana pasir yang roboh kita dapat dengan mudah menyelesaikannya kembali. Terjangan ombak ibarat faktor internal seperti moody, rasa malas, jenuh, anak sakit, dll yang dapat menganggu aktifitas membangun istana pasir. Membuat istana pasir ini pasti akan menjadi suatu hal yang gampang-gampang susah karena memang sifat pasir yang rapuh dan mudah rusak, maka kita sebagai keluarga memerlukan sketsa bentuk istana pasir yang akan dibuat, agar ketika ada ombak menerjang kita tidak kehilangan arah untuk kembali menyusun kepingan pasir.
Untuk membantu istana pasir dapat terbangun dengan indah, saya memulai dari sendiri untuk membuat Peta Diri. Saya termasuk orang yang mudah terdistrak terutama oleh gadget, maka strateginya adalah saya perlu menjauhkan diri saya dari gadget selama membersamai anak dan selama tugas saya sebagai istri dirumah belum tuntas. Mudah terdistrak ini juga akan sangat terbantu ketika saya membuat cecklist apa saja yang perlu saya lakukan dalam harian, mingguan, dan bulanan. Termasuk dalam bermain dengan anak dan akan memasak apa sayang sangat terbantu dengan membuat cecklist. Saya membutuhkan apresiasi dari suami semisal sebatas ucapan terimakasih, ucapan sayang, atau sebatas ketenangan ketika dipeluk. Untuk sifat moody saya bisa diatasi dengan pecutan minuman manis dan atau minuman hangat. Ide-ide yang tidak bisa dadakan untuk terealisasikan memeprlukan spare waktu untuk menyiapakan kurikulum bermain dan belajar anak, begitupun dengan menu makan harian. Sehingga saya sangat terbantu jika suami menghandle bermain bersama anak beberapa jam.
Hasil akhir bagaimana istana pasir kami apakah menjadi istana pasir yang indah, kuat, dan estetik adalah tergantung bagaimana kami sebagai keluarga menjadi suatu tim yang solid antara suami, istri, anak, ayah, dan ibu.
Semoga istana pasir kami menjadi istana pasir yang diridhoi Allah swt


